Tanpa hujan tanpa angin dijadikannya wajah baru sesuka imaginya
Memulai dengan sesukanya
Letak yang jauh dari mati
Konon disangka enggan langsung menggambar mata
Taburan bebas warna gelap dijadikannya pengisi kekosongan
Tangan lainnya menyusul meratakan juga membentuknya
Leluasa pergelangan penuh kelincahan bagai menangkap gelombang proporsi bentuk dan ketebalan
Taburan susulan dengan warna lebih cerah mengisi bagian luar, lalu kembali tangan lain menari lagi hingga muncul dimensi dan komposisi
Sesi tanpa kendali atau komando dalam wujud suara menumbuhkan wajah baru, menjadi duga sebelum melihat bagaimana nantinya mata, dan pengindra lain kembali direka kembali dengan caranya, ditepian pohon-pohon peneduhnya menuangkan segala imaginasinya....
Cerita para pecinta rimba kehidupan yang masih tersembunyi
Jauh dari jangkauan orang kebanyakan
Berselempang segala rupa pengikat
Menyerta serangkai alat telah melekat , dekat di badan
Kiri arah tanganya masih sempat
Mengusap juga menyingkap segala rupa halangan di depan yang menghinggap juga menghambat
Sebelah kanan kekuatannya dibiarkannya terus menekan uliran penyimpan imagi dan ingatan akan macam rupanya kenampakan, bagian yang sejak langkah awal dinantikannya...
Suara dimunculkan mulutnya sebagian sandungan pada bagian titian berjeda tanya juga gumaman pada iringan teman, keaslian ada di sana bukan pada penambahan...
Adalah keberuntungan ketika remang jalan berlumut tidak menggelincirkan, ketika sedang dalam suasana terpana pada diamnya sosok penghuni...
Tiada penting pendadaran pada bagiannya, saat bagi mereka semua orang sudah kenyang
Jalan dan terus berjalan seolah dimau manusia beregu tanpa satu nama untuk tujuan itu....
Lorong itu menjadi semakin bercabang dalam cara mereka telah kembali ingin membagi masing -masing kisahnya...
Layakkah memasuki laku sekencang itu seakan berlomba untuk memperebutkan sesuatu yang baru baginya?
Kediaman telah jauh mereka tinggalkan, tiada laian untuk sampai di tempat kediaman pemilik lain yang tiada pergi dan berlari;dilewati sebelum melewati, maktub itu bagai sekantung sisa karung yang urung ditemukan ketika tanpa disadari kepindahan hanya secepat senyuman dibikin dua jenis pagar penguasaan arah bijaksana hingga kuasa durhakanya penyelimut kata menepukkan kepongahan dada...🙄😏
Siang itu, rombongan pendaki sudah memasuki daerah yang lebih tinggi dan sepi. Hutan yang dilalui pun semakin lebat dan rimbun. Jalur pendakian pun semakin menantang, dengan jalur yang berbatu dan terjal.
Pendaki senior, Pak Budi, yang memimpin rombongan, mulai memberikan pengarahan. "Kita sudah memasuki daerah yang lebih tinggi dan sepi," kata Pak Budi. "Di sini, kita akan jarang bertemu orang yang berlalu lalang. Jadi, kita harus lebih berhati-hati, jangan sampai kita jadi makanan harimau!"
Para pendaki junior pun tertawa. "Wah, Pak Budi, Anda selalu bisa membuat kami tertawa," kata salah satu pendaki junior.
*Kehati-hatian Pendaki Senior*
Pak Budi selalu berhati-hati dalam setiap perjalanannya. Dia tahu bahwa pendakian adalah kegiatan yang berbahaya, jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Oleh karena itu, Pak Budi selalu mengingatkan para pendaki junior dan pemula untuk selalu mengikuti instruksi darinya.
"Jangan lupa, jika kalian merasa lelah, jangan ragu untuk berhenti dan beristirahat," kata Pak Budi. "Jangan seperti saya, yang pernah terjatuh karena kelelatan dan harus diangkut oleh tim SAR!"
Para pendaki junior pun tertawa lagi. "Wah, Pak Budi, Anda memang pengalaman banget!"
*Pengalaman Pendaki Senior*
Pak Budi sudah mendaki gunung sejak lama. Dia sudah mendaki berbagai gunung di Indonesia, mulai dari gunung yang rendah hingga gunung yang tinggi. Pengalamannya yang luas membuat Pak Budi tahu bagaimana menghadapi berbagai tantangan dalam pendakian.
*Keuntungan Jalur Pendakian*
Jalur pendakian ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
- Masih akan melewati desa terakhir
- Desa makmur dengan ramah penghuninya
- Ada tempat untuk melengkapi perbekalan
- Menyediakan pemandu bahkan tenaga pendukung berupa porter, team evakuasi dll
Pak Budi menjelaskan keuntungan-keuntungan jalur pendakian ini kepada para pendaki junior dan pemula. Dia ingin mereka tahu bahwa jalur pendakian ini tidak hanya menantang, tetapi juga memiliki beberapa keuntungan.
*Obrolan Lucu dan Akrab Para Pendaki*
Para pendaki junior pun mulai bertanya-tanya, mengapa di desa ini jarang melihat anak muda. Hampir yang mereka jumpai adalah para orang tua atau dewasa dan anak-anak. Kemana perginya para pemudanya? Mereka sangat ingin mendengar penjelasan dari pemandu senior yang mereka percayai.
"Pak Budi, kenapa di desa ini jarang melihat anak muda?" tanya salah satu pendaki junior.
Pak Budi tersenyum. "Begini, anak muda di desa ini pergi merantau ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Mereka biasanya bekerja di pabrik, restoran, atau sebagai asisten rumah tangga."
"Apa, mereka tidak suka jadi petani?" tanya pendaki junior lainnya.
Pak Budi tertawa. "Tidak, mereka suka jadi petani, tapi mereka ingin jadi petani yang kaya! Jadi, mereka pergi ke kota untuk mencari uang!"
Para pendaki junior pun tertawa lagi. "Wah, Pak Budi, Anda memang bisa membuat kami tertawa!"
*Candaan Pak Budi*
Pak Budi juga sering melontarkan candaan untuk menghibur para pendaki juniornya. "Kalian tahu kenapa anak muda di desa ini jarang menikah?" tanya Pak Budi.
Para pendaki junior pun menggelengkan kepala tanda tidak tahu. "Karena mereka sibuk bekerja di kota, dan tidak ada waktu untuk mencari pasangan!" jawab Pak Budi sambil tertawa.
Rombongan pun melanjutkan perjalanannya dengan penuh semangat. Mereka tahu bahwa perjalanan masih panjang dan menantang. Namun, mereka yakin bahwa mereka bisa mencapai puncak gunung dengan selamat bersama Pak Budi, pemandu senior yang mereka percayai. 😊
Ia yang membawamu mengerti akan banyak hal tiada tampak
Memilih bagian yang sangat lembut di dalamnya sebagai satu nada.... diantara semua semua panjang dan semunya paparan
Menyelipkan dirinya sesuka untuk berada bagaimana permainan layak mengalir dalam fragmen hidup yang dilaluinya....
Sebuah penanda percaturan jaman yang membuatnya tiada lelah untuk membagi dirinya dengan suara dalam hatinya yang tiada dapat dibendung....
Tiada maksud sesosok wajah lain menghentikan tanyamu akan ketepatan pada bagian mana suara itu duduk sebagai bunyi yang tanpa menetap mengiring Sunyi nada pada setiap jari memiliki ruas melompatkan arti tanpa terdengar seperti tetesan embun pagi dari pucuk daun menuju pada ibundanya....
Setiap yang datang telah dibiarkannya mengerti sendiri bagaimana ia memilih bertandang juga buat engkau yang telah masuki percaturan hingga melampaui sebuah demi sebuah yang disebut lintasan batas hingga tiada akan teretas maksudmu menggapai sisi lain mengubah kecil dirimu dalam peran dan keadaan menganggap kini adalah wajah lain yang besar dan semakin besar melampau batas lompatan beteng membawa pembatas pengertian dengan warna - warni kemunculan buah-buah terbaik.
Gundahkah dikau bagai jalan yang tiada berubah walau banyak laku telah menyibukkanmu kala mengeja ditengah langkah bersimpang siur yang melimpah hanya bibir -bibir yang merekah.....?
Mereka kini telah mengenalmu sebagai sang pembawa keistimewaan dalam bergeser dan berubahmya banyak pandangan membaik akan kehidupan....
Karena langkah pertama yang telah kaubuat tetap nyala hingga diujung batas, tempat mereka yang tinggi berperawakan bilge berada.