Jambang

Oleh pereka berpengalaman 

Lingkaran yang tidak sempurna

Tidak pula s3manis lingkarnya telur

Tanpa hujan tanpa angin dijadikannya wajah baru sesuka imaginya

Memulai dengan sesukanya 

Letak yang jauh dari mati 

Konon disangka enggan langsung menggambar mata 

Taburan bebas warna gelap dijadikannya pengisi kekosongan 

Tangan lainnya menyusul meratakan juga membentuknya 

Leluasa pergelangan penuh kelincahan bagai menangkap gelombang proporsi bentuk dan ketebalan 

Taburan susulan dengan warna lebih cerah mengisi bagian luar, lalu kembali tangan lain menari lagi hingga muncul dimensi dan komposisi

Sesi tanpa kendali atau komando dalam wujud suara menumbuhkan wajah baru, menjadi duga sebelum melihat bagaimana nantinya mata, dan pengindra lain kembali direka kembali dengan caranya, ditepian pohon-pohon peneduhnya menuangkan segala imaginasinya....

Berpacu Lewati Orang ||| Semedi

Sepasang kaki ada mendahului
Pasangan kaki teman pengiring 
Mereka bersama tiada keinginan 
hanya enggan dinamai mengikuti
Bila menilik akan bayangan hasil 
Buah langkah bernama pencapaian 
Menyelami lebat dan kedalaman 
Cerita para pecinta rimba kehidupan yang masih tersembunyi 
Jauh dari jangkauan orang kebanyakan 

Berselempang segala rupa pengikat 
Menyerta serangkai alat telah melekat , dekat di badan
Kiri arah tanganya masih sempat 
Mengusap juga menyingkap segala rupa halangan di depan yang menghinggap juga menghambat 
Sebelah kanan kekuatannya dibiarkannya terus menekan uliran penyimpan imagi dan ingatan akan macam rupanya kenampakan, bagian yang sejak langkah awal dinantikannya...
Suara dimunculkan mulutnya sebagian sandungan pada bagian titian berjeda tanya juga gumaman pada iringan teman, keaslian ada di sana bukan pada penambahan...

Adalah keberuntungan ketika remang jalan berlumut tidak menggelincirkan, ketika sedang dalam suasana terpana pada diamnya sosok penghuni...
Tiada penting pendadaran pada bagiannya, saat bagi mereka semua orang sudah kenyang 
Jalan dan terus berjalan seolah dimau manusia beregu tanpa satu nama untuk tujuan itu....
Lorong itu menjadi semakin bercabang dalam cara mereka telah kembali ingin membagi masing -masing kisahnya...

Layakkah memasuki laku sekencang itu seakan berlomba untuk memperebutkan sesuatu yang baru baginya?
Kediaman telah jauh mereka tinggalkan, tiada laian untuk sampai di tempat kediaman pemilik lain yang tiada pergi dan berlari;dilewati sebelum melewati, maktub itu bagai sekantung sisa karung yang urung ditemukan ketika tanpa disadari kepindahan hanya secepat senyuman dibikin dua jenis pagar penguasaan arah bijaksana hingga kuasa durhakanya penyelimut kata menepukkan kepongahan dada...🙄😏






Rumah Sastra Indonesia: Menyinggung Kritik Sastra dalam Kebudayaan

Rumah Sastra Indonesia: Menyinggung Kritik Sastra dalam Kebudayaan: Menyinggung Kritik Sastra dalam Kebudayaan             Eagleton (1996:3) dalam pengantarnya di buku The Function of Criticsme, mengung...


:::#;;;;#:::

Tergantung di Langit

Malam 
Bicaralah pada gelapmu
Kau tidak datang saat ini
Untuk memberi hadiah 
Berupa kengerian yang mencekam 
Ketika hanya sedikit yang dapat terpandang 

Malam 
Jangan terlalu lama 
Menyembunyikan penghiasmu 
Saat sulit untuk mempercayai 
Tidur pulas telah mampu mengusir 
Kegalauan hati setiap penghuni 
Belantara yang bagai ditawan rembulan 
Menjadi penantinya tanpa tahu lagi 
Kemana kini harus menengadah....

Malam 
Jika bintang paling terang 
Juga tiada datang 
Mengapa yang redup  
Atau yang seolah memerah 
Tidak pula...Kau biarkan muncul memberi arah 
Kau pun enggan bilang 
Bila semua masih tergantung 
Di tempat yang tinggi itu........

Malam 
Akankah kau biarkan kini 
Atau kau ingin berikan 
Semua suguhan dengan anginmu 
Yang semakin menuju satu jawaban
Mendengar dan merasakan kedatangan yang nyata dan tidak tampak ...

Sama Kelebatan dalam Beda Musim

Kedatangannya adalah pilihannya
Maunya yang terpanggil rasa
Membuat juga memilih melangkah
Melongok memberi senyum
Dengan sedikit tanya
Menyambung untai kecil
Sebenang sapaan

Suara penggoda adalah kicauan merdu  itu
Letak diketinggian beradanya pohon berdaun kecil
Namun lamanya mengakar di lintas terjal itu
Menjadikannya tetap saja berada bahkan menjulang
Kekar dan kuatnya sulit untuk disamakan
Dengan yang tumbuh dan berada disekitarnya

Itu tempat yang berbeda
Dalam langkah menuju kesana memenuhkan hasrat
Tentu baru dan berbeda seperti butuh siasat 
Kumengerti sedikit sapanya adalah pengingat
Menyadarkan untuk hati-hati dalam memanjat
Pun dalam menapakkan setiap langkah
melintasi tempat yang tampaknya telah lurus dan mulus....

Ini belum tentang pemangsa
Yang mengenal setiap sudut celah di alamnya
Yang kecepatannya sulit untuk ditandingi
Dengan hanya mengandalkan kaki.......
Ini belum tentangnya
Semua masih mengarah tentang tempat itu

Ketika datangnya musim lembab dan berair
Resiko terpeleset hingga dapat pula tergelincir
Yang datang itu pernah mengedipkan sebelah mata
Kemana ia mau tiada lain memberi sebuah arah
Padanya setiap yang mengenalinya akan mengejanya
Paling akan maksud itu tak luput menuai goda
Lambat memilih intinya nikmat ditebalnya kabut
Terbungkus seluruh pangkal pohon hingga ke pucuk
Tiada seberkas sinar mentari memetik bentuk lebatnya kehijauan

Ini sepotong detak kekaguman
Yang juga pernah kutuang dari balik tebalnya ...
Keadaan yang kunamai tembok pembatas
Kala itu kubiarkan ketajaman jauh disana bekerja
Menuntaskan sedikit langkahnya dengan caranya
Kubiarkan juga senandungnya menghibur diri
Seolah membuat suara menghalau kegalauan hatinya sendiri
Ia sudah menunjukkan kekuatannya akan hal itu... jauh sebelumnya

Setiap perbincangan menuju ke tempat itu
Seolah turut berubah menjadi gugus-gugus 
Muncul bermacam warna-warni yang berbeda pula
Kemunculannya seiring dengan nada suara yang sedang berlangsung
Juga suasana hari mereka yang ada di dalamnya
Tidak kurang setetes goda bagai seloroh pengisi juga penjeda
Tidak kurang membelokkan arah bincang juga maunya.....
Seperti roda yang berputar begitu saja hingga
telah membawa di musim ini....

Musim yang sangat berbalik
Musim yang paling menghauskan
Mereka yang masih mau melintasi
Menyusuri tempat yang masih serupa
Mengatakan demikian disela perburuan kecil
Tiada mau menempatkan kata mundur di atas
Gapura alami belantara dilekuk kecondongan
tumbuhnya lebat pohon dan dikemiringan
rapat dahan-dahan menghias lintasan peniti jalan.....
Memulai penanda lain walau hanya sedikit
Seperti langkah yang lebih kecil biar tanpa berjinjit
Dibuat demikian bila maju, dilakukan yang sama juga
bila harus mundur, bukan karena dapat terbentur, namun
sedikit langkah itu dapa belajar mendengar.....
Perburuan atau melintas adalah tujuan 
pada satu tempat  
Keadaan itu ada dalam situasi yang sama
Memilih perjalanan yang lebih jauh lagi sangat berat....
Mendapatkan yang dicari di tempat itu adalah keberuntungan
Yang juga sering jadi keberuntungan mereka yang berintuisi tinggi....
Konon.....




 

The life of the forest.

Posisi Perjalanan Pendaki Senior

Siang itu, rombongan pendaki sudah memasuki daerah yang lebih tinggi dan sepi. Hutan yang dilalui pun semakin lebat dan rimbun. Jalur pendakian pun semakin menantang, dengan jalur yang berbatu dan terjal.

Pendaki senior, Pak Budi, yang memimpin rombongan, mulai memberikan pengarahan. "Kita sudah memasuki daerah yang lebih tinggi dan sepi," kata Pak Budi. "Di sini, kita akan jarang bertemu orang yang berlalu lalang. Jadi, kita harus lebih berhati-hati, jangan sampai kita jadi makanan harimau!"

Para pendaki junior pun tertawa. "Wah, Pak Budi, Anda selalu bisa membuat kami tertawa," kata salah satu pendaki junior.

*Kehati-hatian Pendaki Senior*

Pak Budi selalu berhati-hati dalam setiap perjalanannya. Dia tahu bahwa pendakian adalah kegiatan yang berbahaya, jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Oleh karena itu, Pak Budi selalu mengingatkan para pendaki junior dan pemula untuk selalu mengikuti instruksi darinya.

"Jangan lupa, jika kalian merasa lelah, jangan ragu untuk berhenti dan beristirahat," kata Pak Budi. "Jangan seperti saya, yang pernah terjatuh karena kelelatan dan harus diangkut oleh tim SAR!"

Para pendaki junior pun tertawa lagi. "Wah, Pak Budi, Anda memang pengalaman banget!"

*Pengalaman Pendaki Senior*

Pak Budi sudah mendaki gunung sejak lama. Dia sudah mendaki berbagai gunung di Indonesia, mulai dari gunung yang rendah hingga gunung yang tinggi. Pengalamannya yang luas membuat Pak Budi tahu bagaimana menghadapi berbagai tantangan dalam pendakian.

*Keuntungan Jalur Pendakian*

Jalur pendakian ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

- Masih akan melewati desa terakhir
- Desa makmur dengan ramah penghuninya
- Ada tempat untuk melengkapi perbekalan
- Menyediakan pemandu bahkan tenaga pendukung berupa porter, team evakuasi dll

Pak Budi menjelaskan keuntungan-keuntungan jalur pendakian ini kepada para pendaki junior dan pemula. Dia ingin mereka tahu bahwa jalur pendakian ini tidak hanya menantang, tetapi juga memiliki beberapa keuntungan.

*Obrolan Lucu dan Akrab Para Pendaki*

Para pendaki junior pun mulai bertanya-tanya, mengapa di desa ini jarang melihat anak muda. Hampir yang mereka jumpai adalah para orang tua atau dewasa dan anak-anak. Kemana perginya para pemudanya? Mereka sangat ingin mendengar penjelasan dari pemandu senior yang mereka percayai.

"Pak Budi, kenapa di desa ini jarang melihat anak muda?" tanya salah satu pendaki junior.

Pak Budi tersenyum. "Begini, anak muda di desa ini pergi merantau ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Mereka biasanya bekerja di pabrik, restoran, atau sebagai asisten rumah tangga."

"Apa, mereka tidak suka jadi petani?" tanya pendaki junior lainnya.

Pak Budi tertawa. "Tidak, mereka suka jadi petani, tapi mereka ingin jadi petani yang kaya! Jadi, mereka pergi ke kota untuk mencari uang!"

Para pendaki junior pun tertawa lagi. "Wah, Pak Budi, Anda memang bisa membuat kami tertawa!"

*Candaan Pak Budi*

Pak Budi juga sering melontarkan candaan untuk menghibur para pendaki juniornya. "Kalian tahu kenapa anak muda di desa ini jarang menikah?" tanya Pak Budi.

Para pendaki junior pun menggelengkan kepala tanda tidak tahu. "Karena mereka sibuk bekerja di kota, dan tidak ada waktu untuk mencari pasangan!" jawab Pak Budi sambil tertawa.

Rombongan pun melanjutkan perjalanannya dengan penuh semangat. Mereka tahu bahwa perjalanan masih panjang dan menantang. Namun, mereka yakin bahwa mereka bisa mencapai puncak gunung dengan selamat bersama Pak Budi, pemandu senior yang mereka percayai. 😊



SaNg pENgubAH...




Langit telah menjadi tampak semakin indah 
Tiada gelap keadaan yang akan menakutkan 
Menyadari semua akan berganti pada saatnya 
Ia yang membawamu mengerti akan banyak hal tiada tampak 
Memilih bagian yang sangat lembut di dalamnya sebagai satu nada.... diantara semua semua panjang dan semunya paparan 
Menyelipkan dirinya sesuka untuk berada bagaimana permainan layak mengalir dalam fragmen hidup yang dilaluinya....
Sebuah penanda percaturan jaman yang membuatnya tiada lelah untuk membagi dirinya dengan suara dalam hatinya yang tiada dapat dibendung....
Tiada maksud  sesosok wajah lain menghentikan tanyamu akan ketepatan pada bagian mana suara itu duduk sebagai bunyi yang tanpa menetap mengiring Sunyi nada pada setiap jari memiliki ruas melompatkan arti tanpa terdengar seperti tetesan embun pagi dari pucuk daun menuju pada ibundanya....
Setiap yang datang telah dibiarkannya mengerti sendiri bagaimana ia memilih bertandang juga buat engkau yang telah masuki percaturan hingga melampaui sebuah demi sebuah yang disebut lintasan batas hingga tiada akan teretas maksudmu menggapai sisi lain mengubah kecil dirimu dalam peran dan keadaan menganggap kini adalah wajah lain yang besar dan semakin  besar melampau batas lompatan beteng membawa pembatas pengertian dengan warna - warni kemunculan buah-buah terbaik.

Gundahkah dikau bagai jalan yang tiada berubah walau banyak laku telah menyibukkanmu kala mengeja ditengah langkah  bersimpang siur yang melimpah hanya bibir -bibir yang merekah.....?
Mereka kini telah mengenalmu sebagai sang pembawa keistimewaan dalam bergeser dan berubahmya banyak pandangan membaik akan kehidupan....
Karena langkah pertama yang telah kaubuat tetap nyala hingga diujung batas, tempat mereka yang tinggi berperawakan bilge berada.





Bentuk Sesaat...

Diambilnya dua lembar daun  Di pinggir telaga  Bening di musim ini  Seraya membiarkan kedua kakinya  Terjuntai di dalam air  Kedua tanganya ...