Kuteguk secangkir teh
Kaca berembun dibuatnya
Kuseka hingga ke bingkai
Lalu kupandang jauh disana
Tempat henti yang digemari
Para pejalan yang bersinggah
Uap hangat minuman
membawa mata mengeja
ada harapan yang menyapa
terjaganya tempat menata
sehalus sutera masih mengusap
kain kecil mengilaukan
kusam berlalu berganti bening
hingga usapan usai menyeka
Pikir tak kemana
hanya kian mengagumi
tumbuh lebat alam menyejuk
memanis tempat dimana ada
kering gugur daun-daun
tetap kembali pada hukumnya
layu patah ranting-ranting
bukan cuma tentang kematian
gembur tanah menanda subur
kelak kan jadi cerita makmur.
Kukenakan
kembali kaca kering
Membuka langkah usai berjeda.
Bentuk Sesaat...
Diambilnya dua lembar daun Di pinggir telaga Bening di musim ini Seraya membiarkan kedua kakinya Terjuntai di dalam air Kedua tanganya ...
-
Karena gerak dan datangnya getaran Kendati masih sangat perlahan Sedikit mulai kucoba pahami Butiran debu terkibas Searah ekor meninggika...
-
Berapa sanggar kuhitung Dengan jari-jari di tangan ini Sudah tak cukupkah Takut menjadi anggapan Seperti kesombogan orang Hanya un...
-
Saat ini apa yang anda miliki terhadap arti sebuah kata "KEMAPAMAN"? Apakah kemapanan yang anda maknai hari ini masih sama dengan...
